Standar Kecantikan Yang Tak Biasa Suku Mentawai

Sumber : Good News From Indonesia

MALANG - Setiap wanita tentu memiliki standar kecantikan yang berbeda beda. Mulai dari kaki jenjang, kulit putih, badan ideal, hingga rambut panjang. Tentu untuk memperoleh gelar kecantikannya, banyak cara dilakukan seperti memakai produk kecantikan, perawatan dengan dokter, sampai operasi. Berbeda halnya dengan standar kecantikan wanita suku Mentawai, di pulau Mentawai ini.
Dilansir dari website GoodNews FromIndonesia, tradisi meruncingkan gigi atau yang biasa disebut dengan kerik gigi ini sudah dilakukan turun temurun oleh suku Mentawai.  Tidak hanya untuk mempercantik diri, namun sebagai penanda kedewasaan wanita. Dalam proses peruncingan gigi ini, tidak ada obat bius, dokter, ataupun hal yang berhubungan dengan medis lainnya. Dengan besi atau kayu yang sudah diasah tajam, hamper semua gigi dibentuk menyerupai bentuk segitiga. Proses kerik gigi ini dilakukan oleh ketua adat setempat. Hal yang mendasari kesakitan proses peruncingan gigi ini dilakukan karena terdapat makna tradisi di dalamnya. Untuk mengendalikan sifat jahat manusia yaitu hawa nafsu, tamak, iri hati, mabuk, marah, dan bingung.
Penduduk suku mentawai ini juga percaya bahwa mereka yang memiliki gigi runcing lebih memiliki nilai dari pada tidak. Mereka pun mempercayai akan kedamaian jiwa dan kebahagiaan yang didapat dari tradisi ini. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan globalisasi yang tidak terbendung, banyak dari pada suku Mentawai mulai meninggalkan tradisi ini. [ber]
Penulis : Daniel Bernas Sitanggang



Comments