![]() |
Sumber : Good News
From Indonesia
|
MALANG - Setiap
wanita tentu memiliki standar kecantikan yang berbeda beda. Mulai dari kaki jenjang,
kulit putih, badan ideal, hingga rambut panjang. Tentu
untuk memperoleh gelar kecantikannya, banyak cara dilakukan seperti memakai
produk kecantikan, perawatan dengan dokter, sampai
operasi. Berbeda halnya dengan standar kecantikan wanita suku Mentawai, di
pulau Mentawai ini.
Dilansir
dari website GoodNews FromIndonesia, tradisi
meruncingkan gigi atau yang biasa disebut dengan kerik gigi ini sudah dilakukan
turun temurun oleh suku Mentawai. Tidak hanya untuk mempercantik diri, namun sebagai penanda kedewasaan wanita. Dalam proses peruncingan gigi
ini, tidak ada obat bius, dokter, ataupun hal yang berhubungan dengan medis
lainnya. Dengan
besi atau kayu yang sudah diasah tajam, hamper semua gigi dibentuk menyerupai bentuk segitiga. Proses kerik gigi ini dilakukan
oleh ketua adat setempat. Hal yang mendasari kesakitan proses peruncingan gigi
ini dilakukan karena terdapat makna tradisi di dalamnya. Untuk
mengendalikan sifat jahat manusia yaitu hawa nafsu, tamak, iri hati, mabuk,
marah, dan bingung.
Penduduk
suku mentawai ini juga percaya bahwa mereka yang memiliki gigi runcing lebih
memiliki nilai dari pada tidak. Mereka pun mempercayai akan kedamaian jiwa dan kebahagiaan yang didapat dari tradisi ini.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan globalisasi yang tidak terbendung,
banyak dari pada suku Mentawai mulai meninggalkan tradisi ini. [ber]
Berita
selengkapnya dapat dilihat di : https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/12/28/tradisi-unik-dan-menyakitkan-suku-mentawai

Comments
Post a Comment